Berdasarkan pengalaman saya saat membahas tentang bahan plastik, banyak orang mengira jika polimer dan plastik merupakan bahan yang sama dan berdampingan.
Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Anda perlu memahami perbedaan polimer dan plastik agar tidak salah kaprah.
6 Perbedaan Polimer Dan Plastik
Meskipun keduanya sangat berkaitan, namun bukan berarti polimer dan plastik merupakan bahan yang sama. Perbedaan yang terdapat di antara kedua bahan tersebut juga cukup beragam, baik dari segi definisi, struktur dan karakteristik, hingga penggunaannya.
Perbedaan Secara Definisi
Secara umum, polimer merupakan material atau senyawa berupa molekul besar yang dibentuk dari pengulangan struktur molekul-molekul yang lebih kecil (monomer). Monomer inilah yang menjadi unit dasar pada rantai polimerisasi sebagai bagian dari proses pembentukan polimer.
Polimer sendiri terbagi menjadi dua, yakni polimer alami dan sintetis. Polimer alami berasal dari alam, seperti karet atau benang wol. Sementara polimer sintetis berasal dari bahan-bahan kimia laboratorium seperti serat atau karet sintetis yang dapat digunakan untuk tujuan komersil.
Adapun plastik merupakan jenis polimer yang dapat diolah atau diproses sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk untuk berbagai keperluan. Plastik terbuat dari unsur sintetis polimer yang dibuat dengan berbagai macam sesuai kebutuhan pasar.
Dengan demikian, perbedaan polimer dan plastik dapat dipahami jika semua plastik merupakan polimer, namun tidak semua polimer merupakan plastik.
Polimer merupakan konsep yang lebih umum, sementara plastik merupakan pengaplikasian polimer dalam bentuk dan produk tertentu.
Perbedaan Karakteristik
Polimer mempunyai karakteristik tersendiri, baik yang berupa jenis polimer alami maupun buatan. Contoh polimer alami seperti protein yang terbentuk dari rantai panjang asam amino hingga selulosa sebagai polimer yang ditemukan pada dinding sel tumbuhan.
Sayangnya, polimer alami ini memiliki keterbatasan dari segi proses pembentukan yang tidak sebentar, serta kegunaannya yang cenderung tidak tahan lama. Dengan demikian polimer alami sulit untuk dibentuk dan lebih terbatas jika digunakan untuk membuat suatu barang.
Berbeda halnya dengan polimer sintetis atau plastik. Sifatnya ringan namun kuat dan tahan lama sehingga banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Plastik juga merupakan isolator yang tidak dapat menghantarkan arus listrik sehingga aman digunakan.
Perbedaan Penggunaan
Adapun perbedaan polimer dan plastik lainnya dari segi penggunaan, di mana polimer dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, baik alami maupun sintetis. Polimer alami seperti protein, selulosa atau DNA dapat digunakan untuk kebutuhan industri, biologi, hingga material.
Sementara itu, polimer sintetis atau plastik dapat diolah atau diproses sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk. Sifatnya yang cenderung fleksibel dapat disesuaikan untuk pembuatan barang-barang rumah tangga, kemasan dan sebagainya.
Hal ini tidak terlepas dari banyaknya jenis plastik yang ditemukan dalam dunia industri. Mulai dari PE (polietilena), PVC (polivinil klorida), PS (polistirena), PP (polipropilena) dan sebagainya.
Setiap jenis plastik tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang disesuaikan dengan penggunaan dan kebutuhan.
Perbedaan Bahan Baku
Dari segi bahan pembuatan-nya, polimer sejatinya dapat ditemukan dari proses alami maupun buatan. Untuk polimer alami sendiri dapat berupa protein yang ada di dalam tubuh manusia hingga selulosa pada tanaman.
Polimer juga dapat dibentuk dari bahan-bahan lain seperti minyak bumi atau gas alam dengan komposisi kimia dan ukuran masing-masing.
Komposisi dan ukuran monomer inilah yang akan menentukan bagaimana polimer dapat berinteraksi dengan dirinya maupun lingkungannya.
Sementara itu, plastik yang secara khusus merujuk pada polimer sintetis tidak hanya sekadar didapatkan dari bahan baku minyak bumi atau gas alam saja, namun juga melalui proses kimia yang mengikat rantai molekul panjang dari karbon, hidrogen dan atom yang lain.
Perbedaan Pengolahan
Dari segi pengolahan, polimer melibatkan proses yang dapat terjadi secara alami maupun melalui proses buatan melalui reaksi kimia. Proses ini melibatkan monomer yang tersusun secara berulang hingga membentuk percabangan dan ikatan silang.
Jika secara alami polimer dapat ditemukan pada alam dan organisme hidup lainnya, maka polimer sintetis diolah melalui proses kimia. Hal ini karena jenis polimer ini tidak ada di alam dan harus dibuat untuk berbagai keperluan industri.
Adapun perbedaan polimer dan plastik juga ada dari segi pengolahan-nya. Meskipun plastik merupakan bagian dari polimer sintetis, plastik tetap harus melibatkan proses yang lebih kompleks, mulai dari pemrosesan, pencetakan, hingga pendinginan.
Dengan demikian, olahan plastik akan membentuk produk akhir yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Perbedaan Masing-Masing Keunggulan
Secara umum, polimer dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik. Terlebih untuk jenis polimer alami yang tidak berasal dari minyak mentah sehingga tidak mengeluarkan asap beracun apabila dilakukan pembakaran.
Polimer juga cenderung mudah terurai jika dibandingkan dengan plastik. Hanya saja plastik juga memiliki keunggulan tertentu jika dibandingkan dengan polimer.
Pasalnya biaya produksinya cenderung lebih rendah sehingga produksi dapat dilakukan secara cepat meskipun dalam jumlah besar. Plastik juga dikenal sebagai bahan yang kuat dan serbaguna.
Tidak mengherankan jika polimer sintetis ini banyak ditemukan dalam berbagai produk konsumen maupun industri, termasuk barang-barang konsumtif, otomotif, medis dan mesin-mesin.
Kesimpulan
Harus dipahami jika tidak semua polimer merupakan plastik, namun sebaliknya setiap plastik sudah pasti merupakan polimer. Keduanya memiliki sifat dan kegunaan masing-masing yang juga penting dalam menunjang kehidupan manusia dan industri pada umumnya.
Itulah beberapa perbedaan polimer dan plastik yang perlu Anda ketahui, baik dari definisi, karakteristik, hingga pengolahan-nya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda!






