Berikut penjelasan mengenai sejarah dan perkembangan plastik di Indonesia. Plastik merupakan benda yang sudah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Lihat saja di era sekarang ini keberadaan plastik hampir selalu ada pada semua lini kehidupan manusia. Namun tahukah Anda sejak kapan plastik mulai ada, lalu bagaimana persebaran dan perkembangannya di Indonesia. Simak sejarah plastik pada penjelasan di bawah ini.
Sejarah Awal Mula Kemunculan Plastik
Pada awalnya kata “plastic” sebenarnya digunakan untuk menunjukkan material yang sifatnya fleksibel serta mudah dibentuk. Namun di awal tahun 80an barulah kata plastic yang dimaksud hingga sekarang ini mewakili material berbahan polimer.
Sejarah dari plastik ini akan dirangkum penjelasannya mulai dari perkembangan tentang polimer sintetik pertama kali ditemukan sampai saat ini.
Penemuan Material Karet Oleh Charles Goodyear
Seperti yang disebutkan di awal bahwa pada awalnya kata plastic merujuk pada sebuah material yang memiliki sifat fleksibel atau elastis. Hal ini sejalan dengan penemuan kombinasi polimer pertama kali yang merupakan bahan dasar dari plastik di era sekarang.
Pada tahun 1839, Charles Goodyear tidak sengaja menemukan sebuah proses pembuatan yang disebut dengan vulkanisasi. Proses tersebut dapat menghasilkan sebuah material karet yang memiliki sifat lebih elastis serta kuat. Material ini digadang-gadang sebagai temuan kombinasi polimer untuk pertama kalinya.
Penemuan Nitroselulosa
Pada tahun selanjutnya tepatnya tahun 1846, ahli kimia dari Swiss yaitu Charles Schonbein menemukan nitroselulosa.
Penemuan ini juga dilakukan secara tidak sengaja ketika Charles tidak sengaja menumpahkan campuran dari asam nitrat dan asam sulfat pada kapas hingga menghasilkan sebuah material yang disebut nitroselulosa.
Penemuan Parkesine
Sejarah plastik selanjutnya diceritakan pada tahun 1855 saat pertama kali Alexander Parkes menemukan sebuah produk berbahan dari selulosa.
Produk plastik ini kemudian dikenal dengan sebutan parkesine dan pertama kali diperkenalkan di eksibisi Internasional di London, Inggris tahun 1862.
Parkesine atau selulosa ini merupakan material campuran dari nitroselulosa dengan kapur. Parkesin ini diketahui merupakan thermoplastik pertama yang mempunyai karakter fleksibel ketika terkena panas namun bisa kembali kaku ketika suhu menjadi dingin.
Industri Plastik Pertama Kali Diciptakan
Berdasarkan penjelasan di atas, dengan sudah banyaknya penemuan tentang material berbahan plastik ini kemudian pada tahun 1869, John Wesley Hyatt menciptakan industri plastik pertama kali.
Hal tersebut dilakukan karena saat ini John memperoleh tantangan hadiah berupa sejumlah uang 10 ribu dollar bagi siapa pun yang dapat menemukan material alternatif lain dari gading.
Ya, John ternyata berhasil dan mendapat hadiah tersebut hingga akhirnya membuat pabrik atau industri plastik.
Penemuan Polimer Sintetik Pertama Kali
Kemudian pada tahun 1907 seorang ahli kimia bernama Leo Baeklend berhasil menemukan bahan sintetis untuk pertama kalinya. Bahan tersebut bernama Bakelite yang merupakan polimer sintetis campuran dari fenol dan juga formaldehyde.
Bakelite ini diketahui memiliki sifat yang tidak mencair serta tidak meleleh ketika dicelup pada larutan asam cuka. Selain itu sifat Bakelite ini juga tidak terbakar namun bahan dari bakelite tidak dapat berubah lagi.
Penemuan Nylon Yang Merupakan Bentuk Dari Polimer Sintetis
Sejarah selanjutnya yang menjadi bagian dari penemuan plastik adalah penemuan nilon oleh ahli kimia yang berasal dari Dupont yaitu Wallace Carruthers.
Jadi Wallace ini menemukan kombinasi polimer yang berasal dari proses kondensasi asam adipat serta jenis lainnya dari monomer diaminoheksan yang bisa ditarik hingga dapat dibentuk menjadi benang yang kuat.
Menariknya penemuan dari hasil kondensasi ini mirip sekali dengan sutra yaitu memiliki sifat yang ringan, kuat serta tahan lama.
Penemuan ini akhirnya disebut dengan nylon. Setelah berbagai macam jenis polimer sintetik beserta kombinasi material lainnya banyak ditemukan.
Berbagai jenis polimer tersebut mulai dari material plastik jenis PVC hingga penemuan plastik jenis HDPE yang digunakan hingga saat ini. Menariknya penemuan bioplastic yang digadang-gadang sebagai plastik modern yang ramah lingkungan sudah diteliti sejak tahun 1926 oleh Maurice Lemoigne.
Itulah rangkuman dari perjalanan sejarah plastik yang Anda gunakan hingga saat ini. Lantas bagaimana perkembangan plastik di Indonesia sendiri? Simak informasinya di bawah ini.
Perkembangan Plastik di Indonesia
Kemunculan plastik di Indonesia dimulai setelah Perang Dunia II berakhir. Plastik mulai tersebar sejak tahun 1952 di mana pada saat itu telah terdapat banyak sekali pabrik plastik yang beroperasi di Jawa yaitu mencapai 12 jumlahnya.
Diketahui pabrik plastik tersebut memperoleh bahan bakunya dengan mengimpor dari luar negeri. Berbagai perusahaan minyak dari AS seperti Shell serta perusahaan Bataafsche Petroleum Maatschappij yang berasal dari Belanda mampu menyuplai kebutuhan untuk perusahaan plastik di Indonesia.
Perkembangan plastik sejak kemunculannya ini semakin pesat dan langsung diterima dengan baik oleh masyarakat. Berbagai keunggulan dari plastik yang membuat masyarakat tertarik menggunakannya dari beralih dari benda yang sebelumnya digunakan.
Berbagai keunggulan seperti warna yang menarik, memiliki kualitas tahan lama, anti air hingga harganya yang terjangkau membuat masyarakat sangat berminat menggunakannya. Tidak dapat dipungkiri keberadaan plastik sudah menjadi alternatif dalam hal pengemasan.
Contohnya seperti membungkus makanan hingga membawa makanan. Tak dapat dipungkiri Anda pasti juga setuju bahwa plastik sangat membantu manusia dalam proses pengemasan contohnya ketika Anda membungkus makanan yang berkuah.
Di awal tahun 60an, produk berbahan plastik mengalami perkembangan yang pesat hingga menghasilkan terobosan baru. Salah satu contohnya yaitu material plastik ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pipa air. Hal inilah yang menjadi revolusi baru di bidang industri plastik
Lalu memasuki tahun 70an, dominasi dari material plastik sudah semakin tak terbentuk. Selain pipa air, plastik juga semakin dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengemas air mineral. Itulah sejarah perkembangan plastik di Indonesia.
Perkembangan yang sangat pesat ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi memudahkan dalam membantu dalam kehidupan sehari-hari namun kemunculannya yang melebihi ekspektasi membuat manusia kewalahan juga menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh plastik.
Kesimpulan
Plastik memang terbukti manfaatnya pada berbagai hal namun meski begitu Anda semua tidak menyangkal juga bahwa hal tersebut sudah menjadi masalah yang memprihatinkan jika tidak dilakukan pengolahan seperti daur ulang.
Salah satu mengatasi masalah plastik dalam kehidupan manusia ini adalah dengan melakukan daur ulang sampah plastik. Seperti yang diketahui saat ini juga sudah banyak plastik bekas yang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan.
Berbagai produk kerajinan seperti pot, kursi, meja, tas, lampu hias, pot semuanya bisa dibuat hanya dengan menggunakan sampah plastik yang di daur ulang. Selain disulap menjadi kerajinan tangan, banyak juga produk-produk yang merupakan hasil daur ulang dari plastik, salah satunya adalah tali rafia yang Anda pakai.
PT Kapuk Mas Agung Abadi merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi produk daur ulang plastik yaitu tali rafia yang ramah lingkungan. Perusahaan ini memproduksi dan jual tali rafia kiloan yang berkualitas mulai dari kuat, tidak luntur, tipis, lembut hingga ramah lingkungan.






